Diduga Cabuli Tuna Rungu Wicara Hingga Hamil Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Nias Selatan, LiniPost – FL (35) warga Desa Sisobahili, yang saat ini juga berdomisili di Desa Tuindrao Satu, Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan, dilaporkan ke Polres Nias Selatan pada Senin, (25/1/2021) karena diduga mencabuli salah seorang wanita tunga rungu wicara sebut saja namanya bunga (31) warga salah satu Desa di Kecamatan Ulususua, Kabupaten Nias Selatan.

Hal tersebut sesuai dalam surat tanda terima laporan polisi (STTLP) yang diperoleh LiniPost.com bernomor: LP/18/I/2021/SPKT “B”/SU/RES-NISEL tanggal 25 Januari 2020, dimana sebagai pelapor adalah abang kandung korban atas nama Yarisama Buulolo.

ads

Abang kandung korban, Yarisama Buulolo, kepada LiniPost.com saat dikonfirmasi membenarkan jika adeknya hamil diluar nikah dengan umur kandungan lima bulan lebih sesuai hasil pemeriksaan medis di salah satu Klinik di Teluk Dalam.

“Adek saya telah hamil diluar nikah dengan umur kandungan lima bulan lebih sesuai hasil pemeriksaan medis di klinik Gloria Teluk Dalam. Disaat saya dengar terduga pelaku cabul berinisial FL, saya merasa sedih karena adek saya ini cacat fisik dari lahir, tidak dapat mendengar dan tidak dapat berbicara. Apalagi terduga masih kami panggil paman,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kejadian itu ia ketahui melalui terjemahan bahasa isyarat dari adeknya itu.

“Sekitar tanggal 10 Januari 2021, adek saya itu sakit perut dan setelah itu dibawa ke tukang kusuk di desa kami. Setelah itu, tukang kusuk menyatakan bahwa korban sedang mengandung. Namun, pihak keluarga tidak cukup mempercayai itu. Kemudian, korban di bawa ke klinik Gloria di Teluk Dalam guna diperiksa. Saat diperiksa, hasilnya ternyata adek saya sedang hamil dengan umur kandungan lima bulan. Setelah itu, kami keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Korban dan Terduga kemudian dipanggil oleh Kades dan saat itu, korban langsung menunjuk terduga FL. Menurut keterangan korban, dia dipaksa FL untuk berhubungan badan, sebagai bukti, bajunya robek. Adek saya juga mengaku bahwa terduga melakukan hubungan badan dengan adek saya sebanyak dua kali. Tempat kejadian pertama disamping rumah domisili si terduga, yakni di Desa Tu’indao Satu, sedangkan tempat kejadian yang kedua di sungai Eho sekitar bulan Agustus tahun 2020 yang lalu,” jelasnya.

Kepala Desa Ramba-ramba Rohati Giawa saat dikonfirmasi, membenarkan adanya warganya yang hamil diluar nikah dan sudah dicoba dibicarakan secara kekeluargaan, akan tetapi terduga tidak mengakuinya.

“Benar ada warga saya yang hamil diluar nikah dan sudah kami lakukan upaya kekeluargaan, akan tetapi terduga tidak mengakuinya sehingga keluarga korban diberikan kesempatan untuk menempuh jalur hukum supaya ada kepastian hukumnya,” tandasnya.

Sementara, terlapor FL saat dikonfirmasi LiniPost.com pada Selasa (26/01/2021) sekitar pukul 09:00 WIB di rumahnya Desa Tu’indao Satu (tempat dia berdomisili saat ini) Kecamatan Amandraya, mengakui bahwa dirinya tidak mengenal korban.

“Saya tidak mengenal dia, apalagi sampai saya melakukan hal pelecehan seksual kepada dirinya. Dan saya juga sudah siap untuk memberikan keterangan di kantor polisi apabila saya dipanggil,” katanya. (Eddy Laia)