Diminta Batalkan Pemenang Tender 7 Paket DAK Disdik Nisut 2020

Daerah3 Dilihat

Nias Utara, LiniPost – Pokja pengadaan barang II Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Nias Utara (Nisut), diminta membatalkan pemenang tender  7 proyek DAK TA 2020 senilai Rp5,4 miliar yang diduga ditetapkan tanpa volume. Hal itu dikatakan Direktur CV Karya Terobosan, Faozatulo Telaumbanua kepada LiniPost, Selasa (28/7/2020).

Karena menurut Faozatulo, selain penetapan pemenang tender diduga  kental dengan pengkondisian, modus yang digunakan panitia juga cukup sistematis, yakni diduga menghilangkan volume dan item barang dalam dokumen. Sehingga peserta lelang lainnya kewalahan dan tidak bisa melakukan penawaran karena tidak ada acuan.

ads

Demikian lelang ke dua, dimana setelah belang kolusinya diprotes, panitia justeru bertindak berani dengan mencantumkan langsung merek barang dalam dokumen dari salah satu produsen yang disinyalir  masih satu payung dengan perusahaan yang dimenangkan tanpa mempedomani prinsip bersaing sebagaimana dipertegas dalam pasal 6 huruf e Peraturan Presiden  nomor 16 tahun 2018.

Bahkan untuk mengelabui  perusahaan lain, kata Faozatulo, volume barang dalam dokumen penawaran panitia dan jumlah yang tertera di layanan aplikasi LPSE Nisut, tidak sinkron. “Anehnya kenapa panitia tiba-tiba menetapkan pemenang sementara dokumen bermasalah,” tandasnya.

Sementara Kepala ULP Nisut, Azas Gea saat ditemui di kantornya, Selasa, (28/7/2020), selain tidak merespon pembatalan pemenang secara aturan, dirinya juga tidak berterima permasalahan tersebut di publikasikan ke media. “Kan ada mekanisme, kalau CV Karya Terobosan keberatan, silahkan sanggah. “Bukan berkoar-koar dan mengundang media atau LSM untuk menekan Pokja,” katanya.

Demikian juga soal volume dan item barang yang tidak dicantumkan dalam dokumen. Menurut Ketua Pokja, Asal Murni Lahagu, hal itu bukan kebutuhan Pokja. “Karena tugas Pokja hanya menetapkan penyedia yang memenuhi syarat,” katanya seraya menegaskan permasalahan dikarenakan dokumen yang disampaikan PPK tidak lengkap.

Diketahui, sejumlah paket proyek itu, di antaranya, pengadaan alat kesenian Rp 1,7 miliar, peralatan pendidikan IPA Rp 966 juta, peralatan seni budaya Rp 646 juta, peralatan PJOK Rp596 juta, peralatan pendidikan Bahasa Indonesia Rp 640 juta, peralatan pendidikan IPS Rp 673 juta dan pengadaan peraga IPS Rp 242 juta. (Fabooni Zaita)