Dinas Kesehatan Asahan Bertanggungjawab Terhadap BL yang Mengalami Kebutaan

Kisaran, LiniPost – Seperti diberitakan sebelumnya, BL (63) penduduk Kisaran mengalami kebutaan diduga usai divaksin Boster yang dilaksanakan salah satu organisasi kepemudaan di Kisaran.

Setelah mengalami kebutaan, anak laki-laki BL berinisial AL mencoba menghubungi penyelenggara, kemudian menghubungi dokter yang melakukan vaksinasi dan pihak terkait, namun sampai 10 hari setelah kejadian, tidak ada pihak yang mau bertanggungjawab.

ads

Setelah itu, anak korban bertemu dengan pengurus organisasi FKI-1 baru kemudian persoalan ini ditindaklanjuti.

Saat ini BL kembali dirujuk ke Rumah Sakit HAMS Kisaran untuk mendapatkan pengobatan sarafnya setelah 2 hari sebelumnya dibawa oleh Dr. Nurlela dari Dinas Kesehatan Kab. Asahan untuk scanning otak di Rumah Sakit Mattherna Medan.

Dalam keterangannya di Ruang UGD RSUD HAMS Kisaran, Jumat,(30/9/2022), Nurlela mengatakan, pihaknya mengupayakan kesembuhan mata BL.

“Ya pak, kami kembali akan mengupayakan kesembuhan mata BL dengan mengecek saraf BL, krn di rmh sakit ini ada dokter saraf yang akan menanganinya,” ujar Nurlela.

Ketika ditanya mengenai biaya perobatannya, Ia menjawab, pihak Dinkes yang akan bertanggungjawab terkait biaya perobatannya.

Ditanya lagi mengenai biaya hidup BL dan anaknya yang akhirnya kehilangan pekerjaan alias dipecat dari tempat kerjanya, Nurlela mengatakan, silahkan dikoordinasikan kepada Dinas Sosial. “Bapak silahkan berkordinasi dengan Dinas Sosial kalau masalah itu,” jawab Nurlela.

Saat ditanya sumber vaksin yang digunakan, Nurlela menjawab bahwa itu stok vaksin dari Polres Asahan. “Itu stok vaksin dari Polres Asahan,” katanya.

Sementara Organisasi Front Komunitas Indonesia Satu mengimbau Pemkab Asahan untuk memberikan atensi khusus atas kejadian yang menimpa warganya. (Lbs)