Kades Sifaoroasi Ulususua Bantu Masyarakat dengan Jual Daging Babi Murah

Daerah, HEADLINE709 Dilihat

Nias Selatan, LiniPost – Kepala Desa (Kades) Sifaoroasi, Kecamatan Ulususua, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sokhihaogo Zebua membuka lapak pasar daging babi dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan setiap saat ketika dibutuhkan.

Kepada LiniPost.com, Kades mengatakan bahwa hal itu ia lakukan, untuk meringankan beban masyarakat khusus di Desa Ulususua untuk mendapatkan kebutuhan daging.

ads

“Tujuan saya membuka lapak penjualan daging ini dengan harga lebih murah dari pasaran pada umumnya agar warga yang ekonominya menengah ke bawah dapat terbantu karena wabah penyakit ternak babi selama ini membuat lonjakan harga daging babi di pasaran cukup tinggi,”  kata Sokhihaogo, Jum’at (19/11/2021).

Sokhihaogo yang juga dipanggil Ama Yustin menjelaskan, tingkat kebutuhan daging babi khusus di wilayah desanya cukup tinggi, apalagi kalau ada acara resmi seperti pesta adat pernikahan dan acara kemalangan atau duka.

Ia menjual daging babi dengan harga Rp 100.000 per kilogram, lebih murah dari harga di pasaran dari Rp 120.000 hingga Rp 130.000 per kilogram.

“Tidak juga tertutup kemungkinan bagi warga desa lain yang kesulitan untuk mendapatkan daging babi, mereka bisa datang ke lapak saya di Pasar Godu, Kecamatan Ulususua ataupun bisa langsung menghubungi saya secara pribadi melalui telpon pasti kita layani. Daging yang kita sediakan pun kualitasnya bagus,” tutur Kades Sifaoroasi itu.

Ia mendapatkan daging babi tersebut dari warga desanya juga, dengan cara menampungnya lalu dijual kembali dengan harga relatif murah.

“Sebagian juga kita beli babinya dari warga desa kita dengan harga stabil, kemudian kita rawat dan pelihara, makanya bisa kita jual dengan harga lebih murah,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Nisel, karena yang ia lakukan itu hanya semata-mata untuk membantu masyarakat dan untuk menumbuhkan semangat baru kepada masyarakatnya dalam beternak babi. (Yaredi Halawa)