Kasus Djoko Tjandra Dilimpahkan ke Kejagung

Jakarta, LiniPost – Buronan Djoko Tjandra yang kemarin malam telah dijemput Kabareskrim Mabes Polri dan Tim dari Malaysia, atas kerjasama Kepolisian Malaysia berhasil menangkap buronan kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

Kemudian diinapkan di Bareskrim, malam ini Kabareskrim menyerahkannya ke Kajaksaan Agung untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. “Pukul 21.00 WIB, penyerahan Djoko Tjandra dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan Agung,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Jumat (31/7).

ads

Dalam kasus Djoko Tjandra saat ini dikatakan Brigjen Awi, penyidik Bareskrim Polri bertugas melakukan penangkapan. Sedangkan untuk kasus yang melilit Djoko Tjandra tetap disidik oleh kejaksaan.

Kasus Djoko Tjandra bermula ketika Direktur PT Era Giat Prima Djoko Tjandra dijerat dengan dakwaan berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ridwan Moekiat.

Dalam dakwaan primer, Djoko didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pencairan tagihan Bank Bali melalui cessie yang merugikan negara Rp940 miliar. Akan tetapi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai oleh R Soenarto memutuskan untuk tidak menerima dakwaan jaksa tersebut.

Djoko Tjandra diketahui buronan yang lihai dengan berbagai cara bisa bebas melenggang keluar masuk dalam dan keluar negeri tanpa dilakukan penangkapan. Bahkan tiga Jenderal di Kepolisian dengan caranya bisa membuatnya bebas berkeliaran.

Adapun tiga jenderal polisi tersebut, yaitu Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional, dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Tidak hanya jenderal di Kepolisian yang dicopot, Jaksa Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari juga dicopot dari jabatannya. Jaksa itu dicopot lantaran terbukti bertemu buron tersebut di Malaysia dan juga berfoto bersama. Hartono