Kemenko Perekonomian Gelar Tatap Muka dengan Penerima Kartu Prakerja di Nias 

Daerah, HEADLINE82 views

Gunungsitoli LiniPost – Pasca dua tahun diluncurkan program kartu prakerja oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto, pada Selasa, (12/4/2022), Kemenko Perekonomian melaksanakan tatap muka dengan penerima kartu prakerja di Kepulauan Nias, di Wisma Soliga, Gunungsitoli, Selasa (12/4/2022)

Kegiatan tersebut bertepatan dengan dua tahun pelaksanaan program itu. Pihak manajemen pelaksana kartu prakerja menggelar acara selama dua hari di Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, yakni 11-12 April 2022.

ads

Saat menyampaikan sambutan secara virtual pada kegiatan tatap muka dengan penerima kartu prakerja di Nias, Airlangga Hartarto mengungkapkan, program kartu prakerja di Nias bertujuan untuk memulihkan ekonomi, meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing, serta mendorong wirausaha.

“Di tengah keterbatasan saat pandemi, prakerja terbukti efisien setelah beradaptasi dalam pelaksanaan program yang dijalankan 100 persen secara digital,” kata Airlangga di hadapan kepala daerah dan perwakilan penerima kartu prakerja se-Kepulauan Nias.

Menurutnya, dengan penerapan teknologi pula, sebaran penerima prakerja dapat mencapai wilayah pelosok tanah air.

“Keberhasilan program tak hanya dari data dan angka, tapi juga dirasakan penerima yang dapat dilihat secara langsung. Berbagai survei lembaga independen menunjukkan hasil menggembirakan, bahwa program kartu prakerja mencapai tujuan yang dimandatkan,” terangnya.

Kepada para Alumni dari Pulau Nias, Airlangga berpesan agar tak hanya berhenti di sini.

“Manfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan untuk meningkatkan penghidupan anda dan masyarakat sekeliling anda. Belajar terus, mengasah diri menjadi lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga lebih siap dari hari ini,” harapnya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, pihaknya memilih Pulau Nias untuk menandai perjalanan sejarah dua tahun prakerja sebagai bukti bahwa program ini melayani angkatan kerja di 514 kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk pulau-pulau serta wilayah pedalaman tanah air.

Ia berharap, kedatangan pihaknya di Nias dan pulau-pulau terluar sebelumnya memberi sinyal kuat kepada masyarakat tentang di mana prakerja berpihak.

“Interaksi sosial yang dibangun dari kunjungan ini semoga membuat masyarakat mengerti bahwa prakerja dikerjakan oleh orang-orang yang punya hati dan ‘berpihak’ pada yang tertinggal,” tegasnya.

Selama dua tahun perjalanannya, prakerja menjangkau 29.971 penerima efektif di lima kabupaten dan kota di Pulau Nias.

Penerima terbanyak berasal dari Kabupaten Nias Selatan sebanyak 13.914 peserta. Nias Selatan merupakan kawasan wisata yang terkenal dengan pantai Sorake sebagai spot surfing kelas dunia serta tradisi lompat batu di Desa Adat Bawomataluo. Kabupaten berpenduduk 360 ribu jiwa ini memiliki 104 gugusan pulau besar dan kecil, termasuk pulau Simuk, pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudera Hindia dan berbatasan dengan perairain India.

Menurutnya, penerima prakerja di Nias Selatan paling banyak memilih pelatihan, seperti strategi dan pembuatan konten pemasaran, merakit kerajinan tangan, tata rias, tata busana, mengolah makanan sehat, mengelola usaha warung, serta pelatihan perangkat lunak untuk administrasi.

“Kehadiran prakerja terasa manfaatnya bagi perekonomian daerah. Program ini juga mengajarkan bahwa globalisasi membuat kita tak boleh berpangku tangan dan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah,” kata Bupati Nias Selatan Hilarius Duha.

Pada kesempatan sama, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengapresiasi program Kartu Prakerja yang dinilai sangat bermanfaat dan menjadi salah satu jawaban atas masalah ketenagakerjaan di Nias.

“Pemerintah daerah siap mendukung alumni Prakerja dengan bantuan dana bergulir bunga rendah. Kami berharap, para penerima Prakerja yang sudah merasakan dampak positif program ini dapat memberikan informasi pada rekan-rekan lainnya, sehingga Prakerja dapat menjadi solusi bagi masyarakat secara keseluruhan,” kata Sowa’a.

Penerima Prakerja asal Kabupaten Nias, Sabar Dermawan Lafau, mengaku, berkat mengikuti pelatihan prakerja, ia bisa memperoleh skill mengolah batok kelapa menjadi oleh-oleh khas Pulau Nias.

“Dari pelatihan belajar digital marketing sampai mahir serta insentif dari prakerja, saya bisa mengembangkan dan memasarkan kerajinan tangan seperti asbak, cangkir dan celengan dari batok kelapa,” tuturnya.

Sementara, Arisman Daely perwakilan dari Gunungsitoli mengungkapkan kehadiran prakerja membuka mata penduduk Nias agar tidak hanya menggantungkan masa depan sebagai pegawai negeri.

“Program prakerja mengajar kami untuk memiliki skill lebih baik agar bisa menjadi wirausahawan dan tak hanya berharap sebagai PNS,” kata pengusaha penyewaan mobil yang mengaplikasikan pelatihan prakerja untuk mempromosikan usahanya di media sosial.

Selain temu muka dengan perwakilan penerima, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga melakukan pendampingan pendaftaran terhadap 75 angkatan kerja dari lima kabupaten dan kota di Pulau Nias.

Tak hanya itu, Prakerja juga menggelar pelatihan secara luring bertopik ‘Pelatihan Digital Marketing untuk Penjualan Barang dan Jasa Secara Online’ yang dibawakan Rizky Arima dari Lembaga Pelatihan ‘Cariilmu’.

Turut hadir saat itu, Bupati Nias Ya’atulo Gulo, Asisten II sekaligus Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Ketenagakerjaan Nias Barat Yobedi Gulo, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi Nias Utara Agusman Zebua, Senior Vice President Hubungan Kelembagaan BNI Ahmad Salman Somantri, Vice President Hubungan Kelembagaan BNI Juli Kuswardani serta Pemimpin BNI Cabang Gunungsitoli Rudi Darsono. (KZ)