Menko PMK Sebut UT Perguruan Tinggi yang Telah Mendahului Zaman

HEADLINE, Nasional25 Dilihat

Jakarta, LiniPost — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, Universitas Terbuka (UT) telah menjadi pelopor dalam pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, UT yang berdiri sejak tahun 1984 telah mendahului zaman dengan berbagai metode pembelajaran dan media pembelajaran jarak jauh sebelum perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Menko PMK saat pidato sambutan Peresmian Gedung Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Kampus Universitas Terbuka (UT) Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (10/7/2024).

Baca Juga: Indonesia Komitmen Dukung Program Kerja WIPO dan Aktif dalam Inisiatif Global terkait KI

“Karena itu, saya sampaikan Universitas Terbuka mendahului zaman. Baru sekarang kita menyadari betapa hidup kita dikepung dunia media sosial, dunia virtual, yang mana itu telah dilakukan 40 tahun oleh para pemrakarsa dan pendiri Universitas Terbuka,” jelasnya.

Menko PMK menyampaikan, tantangan selanjutnya bagi UT adalah mendesain kurikulum tebaik sesuai dengan perkembangan modernisasi, dan mengikuti Generasi Z yang saat ini mendominasi penduduk usia produktif di Indonesia.

Apalagi, menurut Menko Muhadjir, saat ini dunia tengah menghadapi era post truth di mana media belajar dengan mudah didapatkan melalui artificial intelegence, Chat GPT, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, dia meminta UT dapat mengikuti perkembangan zaman, dan mengimbangi era post truth.

Baca Juga: Beladiri ‘TAKAGI’ Masuk Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Medan

“Tanggung jawab Universitas Terbuka sangat besar dalam kaitannya bagaimana mengimbangi era post truth. Dan itu tantangan untuk pengelola Universitas Terbuka,” ungkapnya.

Ia mengatakan, UT juga memiliki tanggung jawab dalam melakukan transformasi digital, dan literasi digital di tengah masyarakat. Apalagi saat ini banyak berkembang pemanfaatan teknologi digital yang diselewengkan untuk melakukan penipuan. Menurutnya, ketahanan cyber masih tertinggal sehingga pemanfaatan teknologi digital di tengah masyarakat harus bisa dikembalikan ke jalan yang benar oleh civitas akademika UT.

“Transformasi digital masyarakat bukan berarti melatih masyarakat pintar pencet smartphone. Tapi literasi sebenarnya adalah memberadabkan masyarakat kita dalam memanfaatkan teknologi yang ada di smartphone itu. Jangan sampai tuna dalam memahami teknologi. Bukan keterampilannya tapi bagaimana dia mengadopsi nilai-nilai yang baik di balik itu. Dan itu tantangan paling berat,” ujarnya.

Menko PMK berharap UT bisa terus amanah dalam pembangunan Bangsa Indonesia melalui pendidikan dan menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat 3, yakni “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undang-Undang”.

“Kita punya tanggung jawab dengan masa depan bangsa Indonesia di samping menyiapkan generasi yang betul-betul siap, sehat cerdas kuat tapi juga berakhlak mulia. Jangan lupa itu sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia,” ungkap Muhadjir.

Baca Juga: Menko Polhukam Pastikan Pembangunan Venue PON XIII 2024 di Sumut Berjalan Baik

Dalam kegiatan peresmian Gedung UPBJJ Kampus Universitas Terbuka (UT) Makassar, Menko PMK melakukan penandatanganan prasasti dan melakukan pengguntingan pita simbolis peresmian gedung. Selain itu, Menko PMK juga meninjau ruangan dan fasilitas yang ada dalam gedung baru UT Makassar.

Turut hadir dalam kegiatan Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh; Walikota Makassar Mohammad Ramadhan Pomanto; Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat; Pj. Bupati Sidrap, Dr. Ns. H Basra; Direktur Universitas Terbuka Makassar Prof. Rahman Rahim; dan civitas akademika Universitas Terbuka.