oleh

Satuan KBR Pasukan Gegana Korps Brimob Gelar Fokus Group Discussion

Depok, LiniPost – Acara Pelatihan Fokus Group Discussion di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). digelar Satuan KBR Pasukan Gegana Korps Brimob.

Acara dibuka Komandan Korps Brimob Irjen Drs. Anang Revandoko. Ia menyebutkan upacara ini merupakan agenda tahunan Satuan KBR Pasukan Gegana Korps Brimob.

“Ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh KBR Pasukan Gegana Korps Brimob,” kata Komandan Korps Brimob Irjen Drs. Anang Revandoko dalam amanatnya.

Anang merasa bangga atas perkembangan dan pemanfaatan bahan kimia biologi radioaktif yang sangat pesat baik sebagai energi maupun bidang teknologi kesehatan dan industri, bahkan dalam bidang pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kebanggaan saya terhadap perkembangan pemanfaatan bahan kimia biologi radioaktif sebagai energi bidang kesehatan dan bidang pertanian,” tambahnya.

Anang juga menekankan penggunaan bahan bahan kimia dalam jumlah besar sangat berbahaya tanpa pengawasan dari para ahli. Ia mencontoh kasus yang terjadi di pergudangan Pelabuhan di Libanon terjadi ledakan besar akibat penimbunan amonium nitrat (nh4no3) yang digunakan untuk pupuk.

Contoh kasus yang pernah terjadi dalam penimbuhan bahan kimia yang digunkan sebagai pupuk, bisa berakibat fatal bila tidak diawasi,” ungkapnya.

Terkait situasi saat ini, Anang menjelaskan, wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia khususnya Indonesia, berlomba-lomba untuk menemukan vaksin yang tepat untuk membunuh virus tersebut.

“Belum ada vaksin yang tepat untuk memusnahkan Virus Covid-19 yang telah banyak memakan korban jiwa. Pemerintah sudah berupaya keras agar dapat mengurangi angka kematian dan sekaligus terlepas dari wabah ini. Kita diharapkan agar tetap mematuhi Prokes,” tegasnya.

Selaku aparat negara yang memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, polri dituntut untuk mampu menyiapkan langkah strategis guna mendukung harapan pemerintah tersebut. polri telah memiliki satuan yang bertugas untuk menanggulangi gangguan kamtibmas yang berkadar dan berintensitas tinggi yakni Korps Brimob Polri.

“Untuk itu Korps Brimob polri telah membentuk santuan kimia biologi dan radioaktif yang bertugas menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar dan berintensitas tinggi utamanya yang menggunakan bahan berbahaya kimia, biologi dan radioaktif,” pungkasnya.

Focus Group Discussion ini merupakan wujud dari kepedulian polri untuk membangun budaya keamanan penggunaan bahan kimia, biologi, radioaktif agar dapat digunakan untuk kepentingan kemajuan kesehjateraan umat manusia. membangun budaya keamanan kbrn diperlukan sinergitas seluruh kelembagaan, instansi pemerintah indonesia agar dapat tercipta kondisi kondisif ditengah-tengah masyarakat sehingga tercipta iklim investasi di negara Indonesia.
Turut hadir pada acara tersebut sebagai pembicara adalah:
1. Kementerian Kesehatan Dr. Masdalina Pane, Peneliti Madya Pusat Humaniora dan Manajemen Kesehatan Balitbangkes (Via Zoom Meeting Online).
2. Bareskrim Kombes Pol M. Firman L. Hakim, S.H., S.I.K., M.Si, Penyidik Madya Tingkat III Dit Tipiter Bareskrim Polri.
3. Kementerian Perindustrian Raditya Eka Permana, ST. M. Eng, Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri Direktorat Industri Kimia Hulu.
4. KBP dr. Kasmen M.E Jabatan: Kasubdit Kejahatan Negara Dit Kamneg Baintelkam Polri.
5. SOPS Kombes Ir. Mohamad Arifin, Kabag Koorprog Rokerma KL SOPS Polri.
6. Kompolnas Irjen Dr. Benny Jozua Mamoto., M.Si, Sekertaris Kompolnas (Via Zoom Meeting Online) VN-TON. (Hartono)

News Feed