Seorang Warga Hanyut di Sungai Botomuzoi, Hingga Kini Belum Ditemukan

Nias Selatan, LiniPost – Seorang warga berinisial YL diduga hanyut terbawa arus di Sungai Botomuzoi, Desa Loloanaa, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias, Sabtu (30/10/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun sementara dari Kakansar Nias melalui Kasi OPS SAR, Benteng Telaumbanua, lewat pesan WhatsApp, Minggu, (31/10/2021) menjelaskan bahwa pada TW 1028 1000 G, korban atas nama YL bersama anaknya, meninggalkan rumah dengan tujuan menangkap ikan di sungai Muzoi, dengan membawa alat penangkap ikan berbentuk Bubu.

ads

Berdasarkan keterangan anaknya, lanjut dia, pd TW 1028 1100 G, korban terpeleset di pinggir sungai dan jatuh ke dalam sungai Muzoi.

“Hingga sore hari, anak korban menunggu di pinggir sungai dan setelah gelap anak tersebut kembali ke rumah sendirian dan melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya, dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga besar,” ungkap Benteng.

Selanjutnya, pada TW 1031 0640 G, Kepala Desa Loloana’a melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Nias untuk membantu melakukan pencarian korban.

Atas informasi itu, pihaknya langsung merespon dan melakukan sejumlah persiapan dan upaya tindakan pencarian bersama keluarga korban dan masyarakat, namun korban belum ditemukan.

Tim Rescue Kansar Nias berjumlah 5 (lima) orang diturunkan pada Minggu (31/10/2021), dan saat tiba di Desa Loloana’a langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa, Babinsa, Polsek, keluarga korban dan masyarakat, untuk dilakukan pencarian terhadap korban. Namun saat pencarian itu, korban belum juga ditemukan.

“Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian dengan menggunakan LCR sejauh 12 Km dan Scooting darat sejauh 5 Km ke arah hilir sungai, dengan hasil korban belum ditemukan pada TW 1031 1730 G. Pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan esok hari pada TW 1101 0700 G,” ujarnya.

Pencarian korban melibatkan beberapa unsur, diantaranya Babinsa 2 orang, Polsek 2 org, BPBD Kab. Nias 6 org, Kepala Desa Loloana’a, keluarga korban 5 orang, masyarakat 5.

Sedangkan peralatan yang digunakan yakni, mobil DC 1 unit, LCR + Mopel 1 unit, Palkom, Palmedis, Palcovid-19, Palsar Air, GPS serta kantong mayat. (Aris Zalukhu)