Terkait Pasien Reaktif, Kadiskes Nisel Minta Warga Tetap Tenang

HEADLINE, Peristiwa2,273 views

Nias Selatan, LiniPost – Terkait 2 warga Surabaya yang ditugaskan sebagai Guru Garis Depan (GGD) di Pulau – Pulau Batu Barat Kabupaten Nias Selatan (Nisel) yang reaktif, Kepala Dinas Kesehatan Nisel, dr. Heny  K Duha meminta warga tetap tenang dan tidak panik.

Hal itu disampaikan Heny kepada sejumlah wartawan, di Rusunawa II, Jalan Baloho, Teluk Dalam, Selasa, (8/9/2020), didampingi oleh Letda Laut (K) dr. Yuli Prabowo.

ads

Heny mengatakan bahwa terkait pasien yang reaktif dari Tello itu, telah di isolasikan sementara di Rusunawa sebelum dirujuk ke RSUD Gunungsitoli untuk pemeriksaan swab.

“Hari ini, rencana kita dirujuk di RSUD Gunungsitoli oleh tim kesehatan guna pemeriksaan swab,” tuturnya.

Ia menyampaikan, video yang sempat viral dari oknum itu tidak benar, karena pada awalnya pemerintah atau Gugus Depan Penanganan Covid-19 Nisel sudah meminta kepada Lanal untuk digunakan Rusunawa sebagai tempat isolasi sementara, itupun bagi yang reaktif.

“Pasien yang di isolasi di Rusunawa masih reaktif, dan Rusunawa itu hanya diperuntukkan isolasi sementara. Itupun yang reaktif, karena kalau keluar hasil swab nanti, langsung dirawat di RSUD Gunungsitoli,” tandasnya.

Dia berharap agar masyarakat tetap tenang dan menghindari kecemasan, karena di Rusunawa telah disediakan semua protokoler kesehatan.

Bahkan, pihaknya juga telah menyediakan tempat di lantai 3. “Tempat itu setiap hari di disinfektan, lalu kamarnya dibuat seperti di tempat isolasi, dan segala biaya kebutuhan ditanggung oleh tim Gugus Depan Penanganan Covid-19 Nisel,” sebutnya.

Ia menambahkan, kedua pasien yang reaktif itu adalah dari Surabaya yang ditugaskan di Pulau – Pulau Batu Barat sebagai guru GGD.

“Kemudian ada kabar bahwa orang tuanya meninggal dunia dan anaknya kecelakaan, sehingga mereka meminta surat kesehatan supaya bisa berangkat, dan hasil pemeriksaan rapid testnya adalah reaktif. Lalu, dari Kepulauan Tello merujuk ke Teluk Dalam,” pungkasnya .

Ia mengungkapkan, semua penghuni Rusunawa akan di rapid untuk menghindari kecemasan mereka.

“Kita berharap supaya masyarakat tetap disiplin kesehatan dan tetap taat pada protokoler Kesehatan, selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan meningkatkan imun,” pintanya.(Risgow)