Usai Studi Amdal, Ini Tahapan Pembangunan Bandara Silambo

Daerah, HEADLINE666 Dilihat

Nias Selatan, LiniPost – Usai dilaksanakan konsultasi publik studi Amdal pada 13 Agustus 2020 kemarin, masyarakat di sekitar bandar udara (Bandara) Silambo, Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan, sangat antusias dan menyambut baik terkait akan dilanjutkan pembangunan Bandara tersebut, dibuktikan dengan mereka melakukan penandatanganan berita acara.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nisel, Fa’atulo Gulo kepada LiniPost di Ruang Kerjanya, Jalan Arah Sorake Km. 7 Teluk Dalam, Rabu (19/8/2020), didampingi oleh Malik sebagai  perwakilan perusahaan PT. Cipta Himayata.

ads

Kadishub menyebutkan bahwa di sekitar lokasi bandara udara Silambo itu tidak ada yang perlu diragukan. “Sebab, rumah yang tinggi tidak ada, kecuali gedung sekolah yang agak terganggu dengan suara pesawat nantinya, dan itu bisa dijawab oleh Pak Bupati seperti apa solusinya nanti,” sebutnya.

Ia mengungkapkan bahwa Bandara Silambo, telah ada desainnya sejak zaman BRR, hanya saja sudah kadaluarsa. Pada tahun 2007 itu, sempat keluar rencana induk pembangunannya, namun hanya batas 5 tahun desain izin atau data terinci berlaku,” tuturnya.

Pada saat itu, kata dia, Bandara Silambo telah di survey arah mata anginnya dan hasil survey itu sudah bagus dan tindaklanjutnya sekarang adalah pengolahan data.

“Setelah diolah datanya, maka akan ada pertemuan untuk menunjukkan hasilnya, baru dibahas di tingkat stakeholder kementerian RI. Jadi, semua sedang berjalan sekarang dan paling lambat bulan September sampai Desember 2020 sudah bisa kita dapatkan hasilnya seperti apa. Harapan kita agar teman – teman media bisa menggiring bersama- sama perjuangan ini,” pintanya.

Pihaknya akan berusaha agar pada 2021, Bandara Silambo bisa jadi bandara perintis. “Yang penting, sah Silambo itu jadi bandar udara, dan masalah peningkatannya, nanti kita pikirkan,” tandasnya.

Ia menambahkan, Bupati telah menyampaikan permohonan rekomendasi tentang penerbangan perintis di Kabupaten Nias Selatan.

“Kita sudah ada rekomondasi, bahkan rekomondasi itu bukan kita kasih semena- mena, tapi diminta supaya Pak Bupati memberi rekomendasi supaya ada penerbangan perintis, dan itu telah kita sampaikan. Mari kita berdoa supaya tahun 2021 bisa kita terbang dari Silambo – Sibolga – Padang,” harapnya.

Sementara, perwakilan perusahaan PT. Cipta Himayata, Malik menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan konsultasi publik studi Amdal untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang rencana adanya pembangunan bandara Silambo. “Masyarakat saat itu sangat welcome, bahkan ingin cepat terbangun bandara itu,” ucapnya.

Pihaknya juga akan melaksanakan rapat dengar pendapat dengan badan lingkungan hidup (BLH) Sumut, sehingga nantinya bisa memberikan rekomendasi berupa catatan – catatan seperti apa yang dilakukan oleh Pemda terhadap lingkungan di sekitar bandara itu.

“Setelah itu, pihak BLH Sumut mengeluarkan rekomendasi tentang kelayakannya. Dari segi kelayakannya, sebagai tim perencanaan bandara Silambo itu sudah layak,” tukasnya.

Untuk menjadi Bandara Perintis, sambungnya, harus ada dasar hukumnya, serta harus ada rencana induknya.

“Untuk lapangan bandara Silambo, telah disediakan oleh Pemda Nisel sekitar 38 hektar, sementara yang kita butuhkan untuk perintis ini hanya 25 hektar,” tandasnya. (Risgow)