Warga Keluhkan Jalan Nasional yang Dibongkar di Nisel karena Diduga Rawan Kecelakaan, Ini Tanggapan PPK 3.6

HEADLINE, Nasional510 Dilihat

Nias Selatan, LiniPost – Sejumlah warga  mengeluhkan kondisi beberapa titik ruas jalan nasional di Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara karena tidak cepat diperbaiki atau diaspal.

Pasalnya, kondisi jalan nasional mulai dari Jalan Saonigeho Kecamatan Teluk Dalam menuju Kecamatan Fanayama, diduga menimbulkan kecelakaan terhadap sejumlah pengguna jalan.

ads

Salah satu warga Teluk Dalam, Alva Charisman Zebua, kepada sejumlah awak media, Senin (27/11/2023), mengatakan, jalan nasional yang dibongkar itu, tepatnya di Jalan Saonigeho Km. 3, kerap menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Menurut dia, dalam sehari saja ada empat kali terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut. Meski hanya menyebabkan luka ringan, namun hal itu cukup membahayakan dan berpotensi merenggut korban jiwa.

“Sangat disayangkan sekali jika pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut), dalam hal ini PPK 3.6 tidak menghiraukan jalan yang banyak lubangnya karena hal ini akan berpotensi merenggut korban jiwa. Maunya ketika digali harus segera mungkin ditambal jangan dibiarkan begitu saja,” kata Kharisman dengan nada kesal.

Bukan hanya itu, kata Charis, sebagai pelaku usaha yang bergelut di bidang warung makan atau kuliner, ia merasa sangat terganggu.

“Warung kami sangat dipenuhi debu setiap hari, membuat pelanggan kami merasa tidak nyaman. Dan ini jelas tidak menguntungkan kami, maka sebagai masyarakat kami mohon agar segera pihak BPPJN Sumut dan PPK 3.6 segera menambal jalan yang telah dibongkar itu untuk kenyamanan kita bersama,” harapnya.

PPK 3.6 Sumut Faber P. Panjaitan ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (27/11/2023), menjawab, belum ditutupnya jalan berlubang tersebut bukan karena pembiaran, akan tetapi pihaknya masih menunggu material aspal untuk penutup (Patching) dari AMP produksi.

“Kita terus berkoordinasi supaya dengan segera cepat untuk dilakukan penutupan dengan aspal. Terkait dengan keselamatan pengguna jalan kami sudah menghimbau untuk berhati-hati dengan pemasangan rambu-rambu peringatan,” ujar Faber.

“Mudah-mudahan segera bisa dilaksanakan dalam waktu dekat mengingat arus lalu-lintas akan meningkat menjelang Nataru 2023,” lanjutnya.

Ia juga mengaku, beberapa rambu-rambu peringatan pada jalan yang dibongkar telah dipasang pihaknya, namun hilang.

“Itu dilema yang harus kami hadapi bang, terkadang rambu yang kita pasang juga sering hilang berulang kali kita pasang. Kita juga himbau semoga melalui berita ini pesan juga sampai ke masyarakat untuk juga menjaga rambu yang ada untuk keselamatan bersama bagi pengguna jalan, dan pengguna jalan harap berhati-hati dan mengurangi kecepatan sewaktu melintasi lokasi jalan tersebut,” tutupnya. (Red)