oleh

Ketua DPD ke Nganjuk Pantau Perpres No.80/2019 Secara Langsung

 

Jakarta, LiniPost – Untuk mengetahui secara langsung progres serta hambatan percepatan pembangunan di Kabupaten Nganjuk, Selasa (13/10), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berkunjung ke kabupeten yang masuk dalam Peraturan Presiden (Perpers) RI No.80/2019 tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10), LaNyalla menyebutkan, pantau implementasi Perpres RI No.80/ 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan di Jawa Timur, dimana di dalamnya termasuk percepatan pembangunan ekonomi kawasan Selingkar Wilis dan lintas selatan, dirinya menemui Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat.

“Saya sengaja datang ke Nganjuk untuk mendengar dan mengetahui secara langsung progres pengembangan percepatan pembangunan Kabupaten Nganjuk yang masuk dalam Perpres 80 tahun 2019. Sampai dimana dan apa hambatannya,” ujarnya. Lanjut LaNyalla, dengan reses ia dapat melihat dan mendengar langsung berbagai persoala di daerah

“Untuk kemudian sesuai fungsi perwakilan senator, akan menyampaikan persoalan-persoalan tersebut ke pemerintah pusat agar mendapat atensi. Kami di DPD RI sudah bertekad dan memiliki orientasi kerja untuk membantu percepatan pembangunan daerah dan melalukan advokasi atau pembelaan terhadap kepentingan daerah,” urainya.

Bupati Nganjuk di kesempata yang sama, mengungkapkan,, ada dua bendungan yang belum selesai, yaitu Bendungan Margopatut dan Bendungan Semantok. Pembangunan kedua bendungan tersebut masih dalam proses dan diharapkan segera selesai, karena sangat penting untuk meminimalisir banjir dan untuk menahan air yang berlimpah pada musim penghujan.

“Serta mendistribusikannya pada musim kemarau ke areal persawahan. Untuk pengembangan KING banyak dibutuhkan lahan yang ternyata banyak milik masyarakat. Kalau pemerintah daerah disuruh beli semua, pasti kami tidak mampu. Peta sudah kami siapkan semua, tinggal siapa pihak ketiga atau investor yang mau bekerjasama membeli lahan tersebut,” papar Bupati Novi.

Menurutnya, keinginan Pemkab Nganjuk untuk mengembangkan KING karena sudah banyak perusahaan yang masuk, diantaranya industri manufaktur yang memproduksi kabel mobil, perusahaan alas kaki dan juga perusahaan garmen. Ada sekitar 1.600 hektar lahan yang telah disiapkan dan harus dibeli untuk pengembangan KING 1, 2 dan 3. Untuk itu, ia berharap ada investor besar yang mau bekerjasama dengan membeli lahan yang dibutuhkan tersebut. (Hartono)

News Feed